Cincalok
Cincalok atau cencaluk adalah makanan khas Kalimantan Barat dan juga berkembang di Kepulauan Riau berupa udang berukuran kecil yang proses fermentasinya terjadi dengan bantuan mikroba kelompok bakteri asam laktat.
Ringkasan merujuk ke Cincalok — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Nama lain: Chinchalok, cencaluk, cencalok

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:117739518- Jenis
- Olahan pangan
- Wilayah terkait
- Malaysia
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Malaysia; Wilayah menurut sumber: Malacca. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 2 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Cincalok atau cencaluk adalah makanan khas Kalimantan Barat dan juga berkembang di Kepulauan Riau berupa udang berukuran kecil yang proses fermentasinya terjadi dengan bantuan mikroba kelompok bakteri asam laktat. Makanan ini juga ditemui di daerah Malaka dan termasuk bahan untuk masakan peranakan. Bahan makanan ini digunakan untuk membuat sambal. Di Kepulauan Bangka-Belitung, cincalok disebut pula dengan istilah kecalok.[WPI-1511429]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Malaysia. Wilayah menurut sumber: Malacca. Konteks sajian: Appetizer or main course. Kategori menurut sumber: Condiment. Penyajian: hot or room temperature. Komponen yang dicatat: Small shrimp or krill.[WP-17739518]
Bahan menurut versi sumber
Komponen menurut sumber (istilah asli): Small shrimp or krill.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Inggris
Cincalok (Jawi: چنچالوق), also cencaluk, is a Malay condiment that originated in Malacca, Malaysia, consumed by Malays, Peranakans and Kristangs. Its origins can be traced back to the Portuguese occupation of Malacca. This condiment consists of fermented small shrimp or krill, which are called udang geragau in Melaka and are easily identifiable in the mixture. It is predominantly salty in taste, and is usually served together with chillis, shallots and lime juice. Sir R. O. Winstedt has written about "Cencaluk" in Malaysia in his book "The Circumstances of Malay Life - 1909". This shrimp is seasonally available in Pantai Klebang, Limbongan, Tanjung Kling and several coastal areas. Presently, cincalok-making enterprises are gaining ground in several areas in the state of Melaka. The state government itself has designated the State Legislative Assembly constituency Sungai Udang as the area to produce cincalok in the 'Satu DUN Satu Produk' plan.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WP-17739518 · Kontributor Wikipedia
Cincalok — Wikipedia bahasa Inggris
Diadaptasi dari bagian pembuka dan ringkasan fakta artikel. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 1369812177, 2026-08-17T09:12:35Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.
- WPI-1511429 · Kontributor Wikipedia
Cincalok — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian pembuka artikel. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28442411, 2025-11-13T04:20:30Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.