Serbat Kueni
Serbat kweni (juga dieja serbat kueni, serbat kuweni) adalah minuman tradisional khas Lampung yang dibuat dari buah kweni (sejenis mangga, Mangifera odorata), gula (gula merah atau gula pasir), dan sering ditambahkan biji selasih serta es.
Ringkasan merujuk ke Serbat Kueni — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004518689- Jenis
- Minuman
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Lampung. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Serbat kweni (juga dieja serbat kueni, serbat kuweni) adalah minuman tradisional khas Lampung yang dibuat dari buah kweni (sejenis mangga, Mangifera odorata), gula (gula merah atau gula pasir), dan sering ditambahkan biji selasih serta es. Minuman ini populer sebagai penyegar dan kerap disajikan pada acara adat, buka puasa, atau sebagai pendamping sajian kuliner Lampung karena rasa asam-manis dan aroma buah kweni yang khas. Bahan utama serbat kweni adalah buah kweni yang sudah matang, ditandai dengan aroma khas yang kuat. Buah dikupas, dipotong kecil, lalu direbus atau diseduh dengan air panas. Gula aren atau gula pasir ditambahkan sebagai pemanis, sementara beberapa daerah menambahkan rempah seperti kayu manis atau cengkih untuk memperkaya cita rasa. Proses perebusan bertujuan mengekstraksi aroma dan rasa khas kweni sehingga menghasilkan minuman yang harum dan menyegarkan.[WPI-4518689]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Lampung. Kategori menurut sumber: Minuman tradisional. Komponen yang dicatat: Buah kweni (Mangifera odorata), gula, rempah.[WPI-4518689]
Bahan menurut versi sumber
Komponen pada versi sumber (istilah asli): Buah kweni (Mangifera odorata), gula, rempah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Serbat kweni (juga dieja serbat kueni, serbat kuweni) adalah minuman tradisional khas Lampung yang dibuat dari buah kweni (sejenis mangga, Mangifera odorata), gula (gula merah atau gula pasir), dan sering ditambahkan biji selasih serta es. Minuman ini populer sebagai penyegar dan kerap disajikan pada acara adat, buka puasa, atau sebagai pendamping sajian kuliner Lampung karena rasa asam-manis dan aroma buah kweni yang khas. Bahan utama serbat kweni adalah buah kweni yang sudah matang, ditandai dengan aroma khas yang kuat. Buah dikupas, dipotong kecil, lalu direbus atau diseduh dengan air panas. Gula aren atau gula pasir ditambahkan sebagai pemanis, sementara beberapa daerah menambahkan rempah seperti kayu manis atau cengkih untuk memperkaya cita rasa. Proses perebusan bertujuan mengekstraksi aroma dan rasa khas kweni sehingga menghasilkan minuman yang harum dan menyegarkan.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4518689 · Kontributor Wikipedia
Serbat Kueni — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Bahan dan Proses Pembuatan; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29654431, 2026-08-28T04:16:31Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.