Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan

Songgo Buwono

Songgo Buwono adalah sebuah makanan tradisional dari Keraton Yogyakarta.

Ringkasan merujuk ke Songgo Buwono — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010004270560
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Wilayah belum dicatat
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Songgo Buwono adalah sebuah makanan tradisional dari Keraton Yogyakarta. Makanan tersebut merupakan salah satu santapan yang ada sejak akhir era kekuasaan Sri Sultan Hamengku Buwono VII (HB VII). Makanan tersebut merupakan wujud akulturasi budaya di bidang kuliner, memiliki tiga susunan bahan utama, yaitu sous, ragout, dan saus mustard Jawa. Alih-alih diisi fla vanilla seperti sous pada umumnya, sous pada songgo buwono diisi ragout yang terbuat dari potongan-potongan aneka sayuran (kentang, wortel, bawang bombay, bawang putih), dan daging ayam yang dibumbui. Dressing songgo buwono merupakan kreasi saus mustard Jawa, berbahan dasar mentega dan kuning yang telur rebus yang telah dihancurkan. Kemudian ditambahkan mustard, gula, dan garam yang diaduk rata. Selanjutnya, ditambahkan susu yang diaduk dengan kekentalan yang diinginkan dan terakhir diberi perasan jeruk nipis. Semua bahan kemudian disusun menjadi satu, mulai dari sous yang diisi ragout lalu disiram dengan saus mustard Jawa di atasnya. Makanan tersebut juga diberi tambahan garnish berupa acar timun, daun selada, tomat dan telur rebus.[WPI-4270560]

Bahan menurut versi sumber

Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Songgo Buwono adalah sebuah makanan tradisional dari Keraton Yogyakarta. Makanan tersebut merupakan salah satu santapan yang ada sejak akhir era kekuasaan Sri Sultan Hamengku Buwono VII (HB VII). Makanan tersebut merupakan wujud akulturasi budaya di bidang kuliner, memiliki tiga susunan bahan utama, yaitu sous, ragout, dan saus mustard Jawa. Alih-alih diisi fla vanilla seperti sous pada umumnya, sous pada songgo buwono diisi ragout yang terbuat dari potongan-potongan aneka sayuran (kentang, wortel, bawang bombay, bawang putih), dan daging ayam yang dibumbui. Dressing songgo buwono merupakan kreasi saus mustard Jawa, berbahan dasar mentega dan kuning yang telur rebus yang telah dihancurkan. Kemudian ditambahkan mustard, gula, dan garam yang diaduk rata. Selanjutnya, ditambahkan susu yang diaduk dengan kekentalan yang diinginkan dan terakhir diberi perasan jeruk nipis. Semua bahan kemudian disusun menjadi satu, mulai dari sous yang diisi ragout lalu disiram dengan saus mustard Jawa di atasnya. Makanan tersebut juga diberi tambahan garnish berupa acar timun, daun selada, tomat dan telur rebus.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-4270560 · Kontributor Wikipedia

      Songgo Buwono — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 26596559, 2024-12-03T14:00:42Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.