Shiokara
Shiokara, atau dikenal juga sebagai Ika no Shiokara, adalah makanan tradisional Jepang berupa cumi-cumi yang difermentasi.
Ringkasan merujuk ke Shiokara — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010001164316- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Shiokara, atau dikenal juga sebagai Ika no Shiokara, adalah makanan tradisional Jepang berupa cumi-cumi yang difermentasi. Hidangan ini dihasilkan dengan cara mengasinkan dan memfermentasi usus cumi-cumi dengan garam dan kecambah beras selama beberapa minggu hingga satu bulan. Hasil dari fermentasi ini menghasilkan rasa yang kuat, asin, dan tajam yang menjadi ciri khasnya. Berdasarkan metode pembuatannya, terdapat tiga jenis Shiokara: merah, putih, dan hitam. Akazukuri, yang merupakan jenis yang paling umum, dibuat dengan cara menambahkan hati dan garam pada fillet cumi-cumi sebelum proses fermentasi. Selanjutnya, ada Shishibishio yang terbuat dari daging hewan atau unggas. Terakhir, ada Uobishio yang terbuat dari ikan. Shishibishio dan Uobishio memiliki proses pembuatan yang serupa dengan pembuatan kecap ikan, sehingga sering kali sulit untuk membedakannya. Ada beberapa cara untuk menikmati shiokara, salah satunya yaitu mengkonsumsinya dengan memakan langsung dalam sekali telan dan diikuti dengan meminum wiski. Karena itu, beberapa bar di Jepang menyediakan makanan ini. Shiokara dapat juga dimakan bersama dengan nasi, seperti makanan khas Jepang yang lain.[WPI-1164316]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Shiokara, atau dikenal juga sebagai Ika no Shiokara, adalah makanan tradisional Jepang berupa cumi-cumi yang difermentasi. Hidangan ini dihasilkan dengan cara mengasinkan dan memfermentasi usus cumi-cumi dengan garam dan kecambah beras selama beberapa minggu hingga satu bulan. Hasil dari fermentasi ini menghasilkan rasa yang kuat, asin, dan tajam yang menjadi ciri khasnya. Berdasarkan metode pembuatannya, terdapat tiga jenis Shiokara: merah, putih, dan hitam. Akazukuri, yang merupakan jenis yang paling umum, dibuat dengan cara menambahkan hati dan garam pada fillet cumi-cumi sebelum proses fermentasi. Selanjutnya, ada Shishibishio yang terbuat dari daging hewan atau unggas. Terakhir, ada Uobishio yang terbuat dari ikan. Shishibishio dan Uobishio memiliki proses pembuatan yang serupa dengan pembuatan kecap ikan, sehingga sering kali sulit untuk membedakannya. Ada beberapa cara untuk menikmati shiokara, salah satunya yaitu mengkonsumsinya dengan memakan langsung dalam sekali telan dan diikuti dengan meminum wiski. Karena itu, beberapa bar di Jepang menyediakan makanan ini. Shiokara dapat juga dimakan bersama dengan nasi, seperti makanan khas Jepang yang lain.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-1164316 · Kontributor Wikipedia
Shiokara — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29385865, 2026-06-25T08:20:29Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.