Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan

Pindang koyong

Pindang Koyong adalah masakan khas Banyuwangi yang berbahan dasar.

Ringkasan merujuk ke Pindang koyong — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010001569523
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Wilayah belum dicatat
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Pindang Koyong adalah masakan khas Banyuwangi yang berbahan dasar. Penampilannya mirip seperti soto ikan. Ikan yang digunakan biasanya Ikan tongkol atau Ikan tenggiri. Bahan bumbu yang digunakan adalah bahan bumbu yang lazim digunakan dalam masakan di Jawa, seperti garam dapur, gula pasir, merica, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, jahe, kunyit, kemiri, daun jeruk, dan belimbing wuluh. Proses pembuatan Pindang Koyong ini diawali dengan merebus air hingga mendidih kemudian memasukkan ikan, lengkuas, serai, daun jeruk, dan cabai rawit dengan api kompor sedang. Panaskan minyak di wajan lain. Tumis bumbu halus yang terdiri dari bawang merah dan putih, cabai, jahe, kemiri dan kunyit sampai harum. Kemudian masukkan bumbu halus kedalam rebusan ikan. Tambahkan belimbing wuluh lalu diaduk rata. Setelah itu masukkan garam dan gula pasir, lalu diamkan sebentar kemudian angkat dari kompor. Pindang koyong biasanya dinikmati dengan nasi, dan lebih dinikmati di siang hari yang panas. Hal ini, karena adanya belimbing wuluh yang membuat masakan terasa segar. Warung di Kota Banyuwangi biasanya menjual menu ini.[WPI-1569523]

Bahan menurut versi sumber

Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Pindang Koyong adalah masakan khas Banyuwangi yang berbahan dasar. Penampilannya mirip seperti soto ikan. Ikan yang digunakan biasanya Ikan tongkol atau Ikan tenggiri. Bahan bumbu yang digunakan adalah bahan bumbu yang lazim digunakan dalam masakan di Jawa, seperti garam dapur, gula pasir, merica, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, jahe, kunyit, kemiri, daun jeruk, dan belimbing wuluh. Proses pembuatan Pindang Koyong ini diawali dengan merebus air hingga mendidih kemudian memasukkan ikan, lengkuas, serai, daun jeruk, dan cabai rawit dengan api kompor sedang. Panaskan minyak di wajan lain. Tumis bumbu halus yang terdiri dari bawang merah dan putih, cabai, jahe, kemiri dan kunyit sampai harum. Kemudian masukkan bumbu halus kedalam rebusan ikan. Tambahkan belimbing wuluh lalu diaduk rata. Setelah itu masukkan garam dan gula pasir, lalu diamkan sebentar kemudian angkat dari kompor. Pindang koyong biasanya dinikmati dengan nasi, dan lebih dinikmati di siang hari yang panas. Hal ini, karena adanya belimbing wuluh yang membuat masakan terasa segar. Warung di Kota Banyuwangi biasanya menjual menu ini.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-1569523 · Kontributor Wikipedia

      Pindang koyong — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 30019823, 2026-10-02T12:49:38Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.