Petis kangkung
Petis kangkung adalah makanan khas Semarang yang terbuat dari kangkung yang bumbui sambal petis.
Ringkasan merujuk ke Petis kangkung — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004726065- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Petis kangkung adalah makanan khas Semarang yang terbuat dari kangkung yang bumbui sambal petis. Makanan ini merupakan salah satu kuliner tradisional yang terkenal di masyarakat Semarang dan sering dijual di warung-warung pinggir jalan hingga pusat kuliner tradisional. Petis kangkung telah dikenal masyarakat Semarang sejak zaman dahulu sebagai makanan rakyat yang murah dan mudah dibuat. Kangkung dipilih karena mudah ditemukan di daerah pesisir dan rawa-rawa sekitar Semarang. Saus petis yang digunakan dipengaruhi oleh budaya kuliner pesisir Jawa yang akrab dengan pengolahan udang dan ikan. Makanan ini terbuat dari kangkung yang direbus hingga matang, kemudian ditaburi sambal petis. Sambal petis biasanya terbuat dari campuran pasta udang, cabai, gula, bawang putih, dan kacang tanah. Beberapa penjual menambahkan tauge, tahu goreng, atau tempe untuk melengkapinya. Petis kangkung memiliki rasa manis, gurih, dan pedas dengan aroma pasta udang yang khas. Tekstur kangkung yang lembut bercampur dengan saus petis yang kental merupakan ciri utama makanan ini. Kini, kangkung petis telah menjadi salah satu makanan khas yang sering dicari wisatawan saat berkunjung ke Semarang.[WPI-4726065]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Petis kangkung adalah makanan khas Semarang yang terbuat dari kangkung yang bumbui sambal petis. Makanan ini merupakan salah satu kuliner tradisional yang terkenal di masyarakat Semarang dan sering dijual di warung-warung pinggir jalan hingga pusat kuliner tradisional. Petis kangkung telah dikenal masyarakat Semarang sejak zaman dahulu sebagai makanan rakyat yang murah dan mudah dibuat. Kangkung dipilih karena mudah ditemukan di daerah pesisir dan rawa-rawa sekitar Semarang. Saus petis yang digunakan dipengaruhi oleh budaya kuliner pesisir Jawa yang akrab dengan pengolahan udang dan ikan. Makanan ini terbuat dari kangkung yang direbus hingga matang, kemudian ditaburi sambal petis. Sambal petis biasanya terbuat dari campuran pasta udang, cabai, gula, bawang putih, dan kacang tanah. Beberapa penjual menambahkan tauge, tahu goreng, atau tempe untuk melengkapinya. Petis kangkung memiliki rasa manis, gurih, dan pedas dengan aroma pasta udang yang khas. Tekstur kangkung yang lembut bercampur dengan saus petis yang kental merupakan ciri utama makanan ini. Kini, kangkung petis telah menjadi salah satu makanan khas yang sering dicari wisatawan saat berkunjung ke Semarang.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4726065 · Kontributor Wikipedia
Petis kangkung — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29268073, 2026-05-24T17:10:44Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.