Pallu butung
Pallu Butung atau Pallu Santang adalah makanan khas Suku Makassar di Sulawesi Selatan, makanan ini sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa di saat bulan Ramadan.
Ringkasan merujuk ke Pallu butung — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010001167027- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Indonesia
- Catatan tempat
- Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Sulawesi Selatan. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Pallu Butung atau Pallu Santang adalah makanan khas Suku Makassar di Sulawesi Selatan, makanan ini sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa di saat bulan Ramadan. Pallu Butung ini hampir mirip dengan Pisang Ijo. Perbedakan mendasar pallu butung dari es pisang ijo adalah penggunaan kulit adonan. Pisang pada pallu butung disajikan polos atau tidak dibungkus, sementara pisang ijo identik dengan pisang yang dibalut secara merata dengan adonan tepung berwarna hijau. Pallu Butung terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, daun pandan, vanili dan garam yang kemudian sampai matang dan kental. lalu dimasukkan potongan-potongan pisang raja yang juga sudah masak lalu diaduk. Pallu Butung dapat dihidangkan hangat-hangat, juga bisa dihidangkan dingin dengan menambah parutan es di atasnya. Pallu Butung juga bisa ditambahkan sedikit sirup untuk menambah warna dan rasa manis.[WPI-1167027]
Catatan dari sumber
Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Sulawesi Selatan. Konteks sajian: Hidangan penutupMakanan ringan. Penyajian: Disajikan hangat maupun dingin. Komponen yang dicatat: Pisang rajaSantanTepung berasGula pasirGaramVanili.[WPI-1167027]
Bahan menurut versi sumber
Komponen pada versi sumber (istilah asli): Pisang rajaSantanTepung berasGula pasirGaramVanili.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Pallu Butung atau Pallu Santang adalah makanan khas Suku Makassar di Sulawesi Selatan, makanan ini sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa di saat bulan Ramadan. Pallu Butung ini hampir mirip dengan Pisang Ijo. Perbedakan mendasar pallu butung dari es pisang ijo adalah penggunaan kulit adonan. Pisang pada pallu butung disajikan polos atau tidak dibungkus, sementara pisang ijo identik dengan pisang yang dibalut secara merata dengan adonan tepung berwarna hijau. Pallu Butung terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, daun pandan, vanili dan garam yang kemudian sampai matang dan kental. lalu dimasukkan potongan-potongan pisang raja yang juga sudah masak lalu diaduk. Pallu Butung dapat dihidangkan hangat-hangat, juga bisa dihidangkan dingin dengan menambah parutan es di atasnya. Pallu Butung juga bisa ditambahkan sedikit sirup untuk menambah warna dan rasa manis.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-1167027 · Kontributor Wikipedia
Pallu butung — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29862228, 2026-09-18T00:52:39Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.