Kuliner.bagian dari ensiklopedia.online
Hidangan

Nasi sek

Nasi sek (nasi seratus kenyang) adalah makanan yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat.

Ringkasan merujuk ke Nasi sek — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar Nasi sek
Gambar Nasi sek dari Wikimedia Commons. Onyaso · CC BY-SA 4.0 · Onyaso

Ringkasan profil

ID profil
kuliner:8010003281346
Jenis
Hidangan
Wilayah terkait
Wilayah belum dicatat
Catatan tempat
Negara menurut sumber: Indonesia; Wilayah menurut sumber: Kota Pariaman, Sumatera Barat. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
Peran lain
Belum ada peran lain yang dicatat
Variasi tercatat
Belum dicatat terpisah
Sumber rujukan
1 rujukan
Diperbarui

Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.

Identitas dan konteks

Nasi sek (nasi seratus kenyang) adalah makanan yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat. Makanan ini merupakan nasi putih dalam porsi kecil seukuran kepalan tangan dan dibungkus dengan daun pisang. Makanan ini hampir serupa dengan nasi jamblang dan nasi kucing. Nasi sek memiliki porsi kecil yang dibungkus dengan daun pisang. Bungkusan nasi biasanya dibentuk kerucut. Ketika akan dimakan, bungkusan nasi dibuka dan baru ditambahkan beragam lauk pauk dan pelengkap. Jenis lauk yang disediakan biasanya makanan laut seperti ikan bakar dan gulai ikan. Lauk lain yang disediakan yaitu gulai jariang, gulai pucuk ubi, sambal teri, sambalado, dan menu masakan minang lainnya. Nasi sek juga disantap dengan pelengkap seperti sala lauak, camilan khas Pariaman yang terbuat dari ikan. Sala lauak yang disajikan biasanya dalam keadaan hangat.[WPI-3281346]

Catatan dari sumber

Negara menurut sumber: Indonesia. Wilayah menurut sumber: Kota Pariaman, Sumatera Barat. Konteks sajian: Makanan utama. Penyajian: Dalam keadaan hangat. Komponen yang dicatat: Nasi dengan porsi kecil yang dibungkus daun pisang dan ditambahkan lauk pauk ketika akan dimakan.[WPI-3281346]

Bahan menurut versi sumber

Komponen pada versi sumber (istilah asli): Nasi dengan porsi kecil yang dibungkus daun pisang dan ditambahkan lauk pauk ketika akan dimakan.

    Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.

    Cara pengolahan

    Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.

    Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.

    Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia

    Nasi sek (nasi seratus kenyang) adalah makanan yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat. Makanan ini merupakan nasi putih dalam porsi kecil seukuran kepalan tangan dan dibungkus dengan daun pisang. Makanan ini hampir serupa dengan nasi jamblang dan nasi kucing. Nasi sek memiliki porsi kecil yang dibungkus dengan daun pisang. Bungkusan nasi biasanya dibentuk kerucut. Ketika akan dimakan, bungkusan nasi dibuka dan baru ditambahkan beragam lauk pauk dan pelengkap. Jenis lauk yang disediakan biasanya makanan laut seperti ikan bakar dan gulai ikan. Lauk lain yang disediakan yaitu gulai jariang, gulai pucuk ubi, sambal teri, sambalado, dan menu masakan minang lainnya. Nasi sek juga disantap dengan pelengkap seperti sala lauak, camilan khas Pariaman yang terbuat dari ikan. Sala lauak yang disajikan biasanya dalam keadaan hangat.

    Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.

    Sumber rujukan

    Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.

    1. WPI-3281346 · Kontributor Wikipedia

      Nasi sek — Wikipedia bahasa Indonesia

      Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Penyajian; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.

      Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor

      Revisi 27541412, 2025-07-14T02:04:37Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.