Nasi Minyak Kare Kambing
Nasi minyak kare kambing adalah hidangan khas yang berasal dari tradisi kuliner Timur Tengah dan berkembang di Kota Palembang.
Ringkasan merujuk ke Nasi Minyak Kare Kambing — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004417677- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Nasi minyak kare kambing adalah hidangan khas yang berasal dari tradisi kuliner Timur Tengah dan berkembang di Kota Palembang. Nasi Minyak dimasak dengan minyak samin, rempah-rempah khas seperti kapulaga, cengkih, dan kayu manis, sehingga menghasilkan aroma harum dan cita rasa gurih. Kare kambing yang menjadi pasangan nasi minyak dimasak dengan bumbu khas seperti kunyit, ketumbar, jintan, dan santan, sehingga menghasilkan kuah kental dan daging kambing. Nasi Minyak dikenal sebagai makanan istimewa yang dulunya disantap oleh Sultan Palembang setelah salat Jumat dalam acara hajatan. Sementara itu, Kare Kambing sering menjadi pelengkap nasi, baik nasi putih maupun nasi samin, yang menambah kekayaan rasa dalam sajian khas ini. Masakan berkuah kental berbumbu khas dengan daging kambing sebagai bahan utamanya. Hidangan ini memiliki nilai budaya dan filosofi yang kuat karena diwariskan secara turun-temurun dan biasanya disajikan dalam acara adat, keagamaan, serta perayaan tertentu. Nasi minyak kare kambing tetap eksis hingga kini dan masih menjadi bagian dari kuliner khas Kota Palembang digemari banyak orang.[WPI-4417677]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Nasi minyak kare kambing adalah hidangan khas yang berasal dari tradisi kuliner Timur Tengah dan berkembang di Kota Palembang. Nasi Minyak dimasak dengan minyak samin, rempah-rempah khas seperti kapulaga, cengkih, dan kayu manis, sehingga menghasilkan aroma harum dan cita rasa gurih. Kare kambing yang menjadi pasangan nasi minyak dimasak dengan bumbu khas seperti kunyit, ketumbar, jintan, dan santan, sehingga menghasilkan kuah kental dan daging kambing. Nasi Minyak dikenal sebagai makanan istimewa yang dulunya disantap oleh Sultan Palembang setelah salat Jumat dalam acara hajatan. Sementara itu, Kare Kambing sering menjadi pelengkap nasi, baik nasi putih maupun nasi samin, yang menambah kekayaan rasa dalam sajian khas ini. Masakan berkuah kental berbumbu khas dengan daging kambing sebagai bahan utamanya. Hidangan ini memiliki nilai budaya dan filosofi yang kuat karena diwariskan secara turun-temurun dan biasanya disajikan dalam acara adat, keagamaan, serta perayaan tertentu. Nasi minyak kare kambing tetap eksis hingga kini dan masih menjadi bagian dari kuliner khas Kota Palembang digemari banyak orang.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4417677 · Kontributor Wikipedia
Nasi Minyak Kare Kambing — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 28784388, 2026-01-06T06:00:50Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.