Klepon Pelangi
Klepon Pelangi atau juga dikenali sebagai onde-onde pelangi atau klepon merujuk kepada sejenis kue yang terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras pulut, manisan, kelapa muda parut, garam, air dan daun pandan (untuk warna dan baunya yang harum).
Ringkasan merujuk ke Klepon Pelangi — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Nama lain: Kelepon Pelangi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010003648055- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Catatan tempat
- Wilayah menurut sumber: Jawa. Nama tempat mengikuti sumber. Baca konteks hubungannya pada artikel.
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Klepon Pelangi atau juga dikenali sebagai onde-onde pelangi atau klepon merujuk kepada sejenis kue yang terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras pulut, manisan, kelapa muda parut, garam, air dan daun pandan (untuk warna dan baunya yang harum). Di zaman sekarang sudah banyak para penjual yang melakukan inovasi dalam pembuatan kue klepon ini. Jika klepon identik dengan warna hijaunya, maka di jaman sekarang sudah banyak klepon yang memiliki warna bervariasi. Salah satunya adalah Klepon Pelangi, isian di dalamnya yang biasa berisi gula merah diganti dengan berbagai rasa, seperti stroberi, green tea, Ovaltine, coklat dan lain sebagainya yang membuat masyarakat lebih tertarik untuk membelinya. Pada Klepon Pelangi, adonan tepung tidak hanya berwarna hijau. Tapi, juga tersedia dalam berbagai warna yang menggunakan Pewarna Alami maupun Pewarna Buatan. Contohnya, kuning dari kunyit, merah dari buah naga, ungu dari bit dan ubi ungu.[WPI-3648055]
Catatan dari sumber
Wilayah menurut sumber: Jawa. Konteks sajian: Jajanan pasar. Penyajian: Suhu ruangan.[WPI-3648055]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Klepon Pelangi atau juga dikenali sebagai onde-onde pelangi atau klepon merujuk kepada sejenis kue yang terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras pulut, manisan, kelapa muda parut, garam, air dan daun pandan (untuk warna dan baunya yang harum). Di zaman sekarang sudah banyak para penjual yang melakukan inovasi dalam pembuatan kue klepon ini. Jika klepon identik dengan warna hijaunya, maka di jaman sekarang sudah banyak klepon yang memiliki warna bervariasi. Salah satunya adalah Klepon Pelangi, isian di dalamnya yang biasa berisi gula merah diganti dengan berbagai rasa, seperti stroberi, green tea, Ovaltine, coklat dan lain sebagainya yang membuat masyarakat lebih tertarik untuk membelinya. Pada Klepon Pelangi, adonan tepung tidak hanya berwarna hijau. Tapi, juga tersedia dalam berbagai warna yang menggunakan Pewarna Alami maupun Pewarna Buatan. Contohnya, kuning dari kunyit, merah dari buah naga, ungu dari bit dan ubi ungu.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-3648055 · Kontributor Wikipedia
Klepon Pelangi — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29176382, 2026-04-29T06:34:31Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.