Jaja Laklak
Jaja laklak adalah salah satu camilan yang merupakan jajanan tradisional Bali.
Ringkasan merujuk ke Jaja Laklak — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004686579- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Jaja laklak adalah salah satu camilan yang merupakan jajanan tradisional Bali. Secara etimologis, istilah jaja merujuk pada kue atau makanan ringan yang umumnya bercita rasa manis, gurih, atau asin, dan lazim dibuat dari bahan dasar tepung seperti tepung beras, tapioka, sagu, atau terigu. Sementara itu, kata laklak berasal dari unsur kata la (dibaca le) yang bermakna “lengah” dan lak yang berarti “yang akan datang”. Gabungan kedua kata tersebut dimaknai sebagai pengingat agar tidak lengah dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang, yang dalam tradisi lokal dipahami sebagai sikap eling lan waspada (ingat dan waspada). Jaja laklak secara bentuk menyerupai serabi di Jawa atau surabi di Sunda. Kue ini lazim disajikan sebagai pendamping minuman seperti kopi dan teh, serta mudah ditemukan di pasar tradisional, warung, maupun pedagang kue tradisional di Bali. Adonan jaja laklak dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan air dan gula, dengan tambahan pewarna alami seperti daun suji untuk menghasilkan warna hijau, sedangkan santan digunakan untuk varian berwarna putih. Dalam penyajiannya, kue ini diberi siraman gula merah cair dan taburan kelapa parut. Proses memasaknya yang masih menggunakan kayu bakar pada sebagian pembuat turut memberikan cita rasa khas.[WPI-4686579]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Jaja laklak adalah salah satu camilan yang merupakan jajanan tradisional Bali. Secara etimologis, istilah jaja merujuk pada kue atau makanan ringan yang umumnya bercita rasa manis, gurih, atau asin, dan lazim dibuat dari bahan dasar tepung seperti tepung beras, tapioka, sagu, atau terigu. Sementara itu, kata laklak berasal dari unsur kata la (dibaca le) yang bermakna “lengah” dan lak yang berarti “yang akan datang”. Gabungan kedua kata tersebut dimaknai sebagai pengingat agar tidak lengah dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang, yang dalam tradisi lokal dipahami sebagai sikap eling lan waspada (ingat dan waspada). Jaja laklak secara bentuk menyerupai serabi di Jawa atau surabi di Sunda. Kue ini lazim disajikan sebagai pendamping minuman seperti kopi dan teh, serta mudah ditemukan di pasar tradisional, warung, maupun pedagang kue tradisional di Bali. Adonan jaja laklak dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan air dan gula, dengan tambahan pewarna alami seperti daun suji untuk menghasilkan warna hijau, sedangkan santan digunakan untuk varian berwarna putih. Dalam penyajiannya, kue ini diberi siraman gula merah cair dan taburan kelapa parut. Proses memasaknya yang masih menggunakan kayu bakar pada sebagian pembuat turut memberikan cita rasa khas.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4686579 · Kontributor Wikipedia
Jaja Laklak — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Karakteristik dan Penyajian; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29099231, 2026-04-03T13:47:49Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.