Bubur Asyura Lingga
Bubur Asyura lingga merupakan masakan tradisi di Kepulauan Riau, Kabupaten Lingga yang biasanya dilaksanakan secara gotong royong baik di Masjid, Surau maupun di rumah kediaman.
Ringkasan merujuk ke Bubur Asyura Lingga — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi
Belum ada gambar yang lolos pemeriksaan.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010004646781- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Bubur Asyura lingga merupakan masakan tradisi di Kepulauan Riau, Kabupaten Lingga yang biasanya dilaksanakan secara gotong royong baik di Masjid, Surau maupun di rumah kediaman. Tradisi ini masih berlangsung hingga sekarang. Nama “Asyura” berasal dari kata “Asyura” dalam bahasa Arab yang berarti “kesepuluh”. Bubur ini biasanya dibuat pada hari ke-10 bulan Muharam. Hari tersebut dikenal sebagai Hari Asyura, salah satu hari penting dalam kalender Islam. Bubur Asyura memiliki dua jenis yakni bubur lemak dan bubur manis. Bubur manis menggunakan gula serta hanya ditambahkan pulut hitam sedangkan bubur lemak isinya ditambahkan dari beberapa hasil laut, misalnya seperti udang dan cumi-cumi. Setiap daerah di Indonesia memiliki versi Bubur Asyura yang berbeda, sesuai dengan ketersediaan bahan dan budaya setempat. Bubur ini oleh masyarakat Lingga dibuat setahun sekali saat memperingati hari Asyura pada setiap sepuluh hari bulan Muharram. Namun pada hari Asyura disunahkan untuk berpuasa sunat, karena bubur Asyura ini disediakan untuk berbuka puasa bersama.[WPI-4646781]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Bubur Asyura lingga merupakan masakan tradisi di Kepulauan Riau, Kabupaten Lingga yang biasanya dilaksanakan secara gotong royong baik di Masjid, Surau maupun di rumah kediaman. Tradisi ini masih berlangsung hingga sekarang. Nama “Asyura” berasal dari kata “Asyura” dalam bahasa Arab yang berarti “kesepuluh”. Bubur ini biasanya dibuat pada hari ke-10 bulan Muharam. Hari tersebut dikenal sebagai Hari Asyura, salah satu hari penting dalam kalender Islam. Bubur Asyura memiliki dua jenis yakni bubur lemak dan bubur manis. Bubur manis menggunakan gula serta hanya ditambahkan pulut hitam sedangkan bubur lemak isinya ditambahkan dari beberapa hasil laut, misalnya seperti udang dan cumi-cumi. Setiap daerah di Indonesia memiliki versi Bubur Asyura yang berbeda, sesuai dengan ketersediaan bahan dan budaya setempat. Bubur ini oleh masyarakat Lingga dibuat setahun sekali saat memperingati hari Asyura pada setiap sepuluh hari bulan Muharram. Namun pada hari Asyura disunahkan untuk berpuasa sunat, karena bubur Asyura ini disediakan untuk berbuka puasa bersama.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-4646781 · Kontributor Wikipedia
Bubur Asyura Lingga — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka, Jenis Bubur Asyura; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 29309097, 2026-06-03T08:01:15Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.