Bolu kojo
Bolu Kojo adalah penganan khas daerah Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya terutama di daerah Jambi, Riau, Bengkulu, dan Palembang.
Ringkasan merujuk ke Bolu kojo — Wikipedia bahasa Indonesia · Cara membaca informasi

Gambar belum dapat dimuat. Lihat berkas sumber.
Ringkasan profil
- ID profil
kuliner:8010001151320- Jenis
- Hidangan
- Wilayah terkait
- Wilayah belum dicatat
- Peran lain
- Belum ada peran lain yang dicatat
- Variasi tercatat
- Belum dicatat terpisah
- Sumber rujukan
- 1 rujukan
- Diperbarui
Satu profil mewakili satu identitas dalam katalog. Nama lokal dan komposisinya dapat berbeda antarversi.
Identitas dan konteks
Bolu Kojo adalah penganan khas daerah Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya terutama di daerah Jambi, Riau, Bengkulu, dan Palembang. Kojo berarti kemojo atau kamboja karena bentuk loyang yang digunakan menyerupai bunga kemboja. Biasanya kue ini dihidangkan pada acara-acara adat. Bolu Kojo dijadikan sebagai kue khas Palembang yang istimewa karena pada masa dahulu disajikan sebagai makanan kelas bangsawan atau kesultanan yang akan menggelar suatu acara keagamaan maupun upacara penting dengan mengundang tamu kehormatan. Bolu kojo dari Palembang memiliki perpaduan budaya dari masa Kolonial Belanda dan Palembang karena makanan yang berjenis bolu banyak sekali dipengaruhi dari Belanda. Biasanya kue ini disajikan pada saat pagi hari bersamaan dengan kopi atau masyarakat Palembang menyebutnya dengan amper-amper atau sarapan. Agar lebih mempunyai rasa yang nikmat pembuatan dari Bolu Kojo menggunakan telur bebek serta aroma yang wangi berasal dari daun pandan yang dicampur dengan daun suji sehingga memiliki kekhasan tersendiri. Bolu Kojo untuk sekarang dapat dihidangkan pada saat perayaan Idul Fitri ataupun acara tahlilan bagi arwah yang sudah wafat.[WPI-1151320]
Bahan menurut versi sumber
Bahan dijelaskan dalam uraian sumber. Daftar bahan belum dicatat terpisah.
Komposisi dapat berbeda antarversi. Periksa bahan pada produk atau hidangan yang akan dikonsumsi.
Cara pengolahan
Tahap pengolahan belum dicatat terpisah. Lihat penjelasan pada sumber.
Teknik dijelaskan berdasarkan sumber profil. Uraian ini bukan panduan produksi.
Baca cuplikan sumber berbahasa Indonesia
Bolu Kojo adalah penganan khas daerah Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya terutama di daerah Jambi, Riau, Bengkulu, dan Palembang. Kojo berarti kemojo atau kamboja karena bentuk loyang yang digunakan menyerupai bunga kemboja. Biasanya kue ini dihidangkan pada acara-acara adat. Bolu Kojo dijadikan sebagai kue khas Palembang yang istimewa karena pada masa dahulu disajikan sebagai makanan kelas bangsawan atau kesultanan yang akan menggelar suatu acara keagamaan maupun upacara penting dengan mengundang tamu kehormatan. Bolu kojo dari Palembang memiliki perpaduan budaya dari masa Kolonial Belanda dan Palembang karena makanan yang berjenis bolu banyak sekali dipengaruhi dari Belanda. Biasanya kue ini disajikan pada saat pagi hari bersamaan dengan kopi atau masyarakat Palembang menyebutnya dengan amper-amper atau sarapan. Agar lebih mempunyai rasa yang nikmat pembuatan dari Bolu Kojo menggunakan telur bebek serta aroma yang wangi berasal dari daun pandan yang dicampur dengan daun suji sehingga memiliki kekhasan tersendiri. Bolu Kojo untuk sekarang dapat dihidangkan pada saat perayaan Idul Fitri ataupun acara tahlilan bagi arwah yang sudah wafat.
Cuplikan mengikuti versi sumber ini. Angka dan jadwal di dalamnya dapat merujuk pada masa lalu. Lisensi CC BY-SA 4.0; nama kontributor tersedia pada riwayat sumber.
Sumber rujukan
Sumber digunakan sesuai bagian yang diperiksa. Adaptasi Wikipedia mengikuti lisensi yang tercantum. Nama instansi pada rujukan tidak berarti dukungan terhadap Kuliner.
- WPI-1151320 · Kontributor Wikipedia
Bolu kojo — Wikipedia bahasa Indonesia
Diadaptasi dari bagian sumber: Pembuka; ringkasan fakta artikel bila tersedia. Terjemahan otomatis diberi label. Tidak semua klaim telah diperiksa silang. Uraian bukan resep baku.
Lisensi adaptasi: CC BY-SA 4.0 · Riwayat kontributor
Revisi 30028295, 2026-10-03T22:36:00Z; riwayat kontributor ditautkan. · Diakses 15 Oktober 2026.